Hubungan Pola Penyebaran dan Ketebalan Zona Bijih Endapan Nikel Laterit dengan Topografi Permukaan Pada PT Aneka Tambang Tbk

Authors

  • Fadli Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52562/injoes.v1i1.18

Keywords:

Topografi, Nikel Laterit, Kadar, Ketebalan, Pola Penyebaran

Abstract

Abstrak:  Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya nikel laterit yang berlimpah, mulai dari Sulawesi hingga ke Papua. Oleh karena itu, peneliti melakukan analisis pola sebaran dan ketebalan endapan nikel leterit untuk mendapatkan pola sebaran zona bijih dari endapan nikel laterit berdasarkan topografi permukaan. Adapun metode yang dilakukan adalah menganalisis sampel pemboran dengan X-ray spectometer, menganalisis topografi, morfologi dan membuat profil penampang antar sumbu bor untuk menganalisis pola sebaran zona bijih endapan nikel laterit.  Data yang dihasilkan dari penelitian ini adalah bentuk topografi perbukitan dengan morfologi bergelombang, miring hingga melandai, dengan kemiringan lereng 20-160. Penampang endapan secara vertikal mengunakan parameter overburden dengan kadar Ni < 0.90% – > 4%. Penampang serta pola sebaran endapan nikel laterit terbagi 3 warna yaitu coklat untuk kadar Ni < 0.90%, kuning untuk kadar Ni 0,91% – 1,50%, dan hijau untuk kadar Ni > 1,51%. Berdasarkan penampang korelasi pada topografi landai, didapatkan kadar yang tinggi serta tebal dan topografi yang berbukit miring ditemukan kadar yang tinggi tetapi ketebalan yang tipis. Secara keseluruhan kadar nikel laterit berkisar 8 – 16 meter.

Kata Kunci: Topografi, Nikel Laterit, Kadar, Ketebalan, Pola Penyebaran

Abstract: Indonesia is a country that has abundant nickel laterite resources, from Sulawesi to Papua. Therefore, the researchers analyzed the distribution pattern and thickness of the nickel leterite deposits to obtain the distribution pattern of the ore zones of the laterite nickel deposits based on the surface topography. The method used is to analyze the drilling sample with an X-ray spectometer, analyze the topography, morphology and create a cross-sectional profile between the drill axes to analyze the distribution pattern of the laterite nickel ore deposit zone. The data generated from this study is a hilly topography with a wavy morphology, slanted, and sloping, with a slope of 20-160. The vertical cross section of the sediment uses overburden parameters with Ni content < 0.90% – > 4%. The cross-section and distribution pattern of laterite nickel deposits are divided into 3 colors, namely brown for Ni content < 0.90%, yellow for Ni content 0.91% – 1.50%, and green for Ni content > 1.51%. Based on the cross-sectional correlation on the sloping topography, it was found that high grades and thick and hilly topography found high grades but thin thicknesses. Overall, laterite nickel content ranges from 8 to 16 meters.

Keywords: Topography, Nickel Laterite, Grade, Thickness, Distribution Pattern

References

Apriajum, M. A., Aznah, Y. S., & Putra, R. O. (2016). Pemetaan potensi nikel laterit berdasarkan analisis spasial studi kasus kecamatan asera kabupaten konawe utara sulawesi tenggara. Seminar nasional kebumian ke 9 peren penelitian ilmu kebumian dalam pemberdayaan masyarakat.

Bargawa, W. S., Nugroho, S. P., Hariyanto, R., Lusantono, O. W., & Bramida, R. F. (2020). Geostatistical Modeling of Ore Grade In A Laterite Nickel Deposit. In LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta Conference Series Proceeding on Engineering and Science Series (ESS) (Vol. 1, No. 1, pp. 301-310). LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta.

Bargawa, W. S., & Amri, N. A. (2016). Mineral resources estimation based on block modeling. In AIP Conference Proceedings (Vol. 1705, No. 1, p. 020001). AIP Publishing LLC. [CrossRef]

Conoras, W. A., & Tabaika, M. (2019). Pemodelan dan Estimasi Sumberdaya Nikel Laterit Site Pulau Pakal PT. ANTAM (Persero) Tbk Ubp Nickel Maluku Utara Menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging. DINTEK, 12(1), 19-28.

Kusuma, R. A. I., Kamaruddin, H., Rosana, M. F., & Yuningsih, E. T. (2019). Geokimia Endapan Nikel Laterit di Tambang Utara, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tengara. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 20(2), 85-92. [CrossRef]

Prasetyo, P. (2016). Sumber Daya Mineral Di Indonesia Khususnya Bijih Nikel Laterit dan Masalah Pengolahannya Sehubungan Dengan Uu Minerba 2009. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi, 2460-8416.

Syahrul, S., Dermawan, A. (2020). “Penyebaran Nikel Laterit Mengunakan Korelasi Lapisan Pada PTVale Indonesia Site Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara”. Jurnal Geomine, 8(1), 40-50. [CrossRef]

Sari, C. F. K. (2020). Pemetaan Endapan Laterit Dalam Menentukan Karakteristik Bijih Nikel Di Pt. Asb – Sulawesi Tengah. Jurnal Vokasi Dewantara, 1(1), 46-54.

Yurnia, F. H., Gusman, M., Octova, A. (2018). Estimasi Cadangan Insitu Melalui Kegiatan Inpit Drill Pada Bukit Everest, Cherokee, Dan Strada Di Pt Antam (Persero) Tbk Ubpn Sultra. Jurnal Bina Tambang. Vol. 3. No. 2, 722-735.

Downloads

Published

2021-06-20

How to Cite

Fadli, F. (2021). Hubungan Pola Penyebaran dan Ketebalan Zona Bijih Endapan Nikel Laterit dengan Topografi Permukaan Pada PT Aneka Tambang Tbk. Indonesian Journal of Earth Sciences, 1(1), 10-16. https://doi.org/10.52562/injoes.v1i1.18

Issue

Section

Articles