Erosion Hazard Levels in Padang Batung Sub-district, Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan Province, Indonesia

Authors

  • Adriyan Renaldi Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia
  • Deasy Arisanty Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia
  • Muhammad Muhaimin Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia
  • Akhmad Munaya Rahman Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia
  • Aswin Nur Saputra Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52562/injoes.2023.461

Keywords:

Erosion, Land, USLE

Abstract

Erosion is a form of damage to the soil caused by changes in land function on certain plains without management. The Padang Batung Sub-district area experienced land damage which was characterized by the distribution of critical land area reaching half of the area. The purpose of this study is to analyze the level of erosion hazards that occur in Padang Batung Sub-district. This study used a terrain unit map as the basis for the sample analysis unit. The number of samples in this study was 20 samples using the purposive random sampling method. The data analysis used is in the form of the Universal Soil Loss Equation (USLE) equation which can predict the level of erosion hazard through several parameters in the study area. The results showed that the erosion hazard level in Padang Batung Sub-district was dominated by severe criteria with an affected area of 74 km2 with an average erosion rate of 345.27 tons/ha/yr. One of the dominating factors causing the high erosion in Padang Batung Sub-district to be included in the medium and high classification is rain intensity, high erodibility, unstable topography and land cover vegetation.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Adriyan Renaldi, Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia

 

 

Deasy Arisanty, Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia

 

 

Muhammad Muhaimin, Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia

 

 

Akhmad Munaya Rahman, Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia

 

 

Aswin Nur Saputra, Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin 70123, Indonesia

 

 

References

Abdurachman, A., Barus, A., & Kurnia, U. (1984). Pengelolaan tanah dan tanaman untuk usaha konservasi tanah. In Pengelolaan Tanah dan Tanaman Untuk Usaha Konservasi. (pp. 7–11). Pusat Penelitian Tanah.

Alkharabsheh, M. M., Alexandridis, T. K., Bilas, G., Misopolinos, N., & Silleos, N. (2013). Impact of Land Cover Change on Soil Erosion Hazard in Northern Jordan Using Remote Sensing and GIS. Procedia Environmental Sciences, 19, 912–921. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2013.06.101

Andriyani, I., Wahyuningsih, S., & Suryaningtias, S. (2019). Perubahan Tata Guna Lahan di Sub DAS Rembangan - Jember dan Dampaknya Terhadap Laju Erosi. AgriTECH, 39(2), 117. https://doi.org/10.22146/agritech.42424

Anggriani, P., Adyatma, S., Rahman, A. M., & Saputra, A. N. (2020). Peningkatan Kompetensi Spasial melalui Pembuatan Peta bagi Guru Geografi SMA di Kota Banjarmasin. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 30. https://doi.org/10.20527/btjpm.v2i1.1922

Ardhana, A., & Qirom, M. A. (2017). Analisis Komoditas Unggulan Di Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Model Hulu Sungai Selatan. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 14(2), 143–155. https://doi.org/10.20886/jpsek.2017.14.2.143-155

Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air (Edisi 2). Institut Pertanian Bogor Press. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/42667

Asdak, C. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Edisi 5). Gadjah Mada University Press.

Ashari, A. (2013). Kajian Tingkat Erodibilitas Beberapa Jenis Tanah Di Pegunungan Baturagung Desa Putat Dan Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul. Informasi, 39(2), 15–31. https://doi.org/10.21831/informasi.v0i2.4441

Atmojo, S. W. (2016). Degradasi Lahan & Ancaman Bagi Pertanian. Solo Pos.

Azmeri, S. T. (2020). Erosi, Sedimentasi, dan Pengelolaannya. Syiah Kuala University Press.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Kabupaten Hulu Sungai Selatan Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

BPDASHL Barito. (2018). Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Barito.

Dariah, A., Rachman, A., & Kurnia, U. (2004). Erosi dan degradasi lahan kering di Indonesia. In Teknologi Konservasi Tanah pada Lahan Kering. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.

Departemen Kehutanan. (1998). Pedoman Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Teknik Lapangan dan Konservasi Tanah Daerah Aliran Sungai.

Fauzi, R. M. Z., & Maryono, M. (2017). Kajian erosi dan hasil sedimen untuk konservasi lahan DAS Kreo Hulu. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 12(4), 429-445. https://doi.org/10.14710/pwk.v12i4.13508

Giyanti, F. D., Riduan, R., & Aprilliantari, R. (2014). Identifikasi Tingkat Bahaya Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis (Sig) Pada Sub Daerah Aliran Sungai (Das) Riam Kanan. Jurnal Purifikasi, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.12962/j25983806.v14.i1.4

Hanafi, F., & Pamungkas, D. (2021). Aplikasi Model Rusle untuk Estimasi Kehilangan Tanah Bagian Hulu di Sub Das Garang, Jawa Tengah. Jurnal Geografi, 18(1), 30–36. https://doi.org/10.15294/jg.v18i1.28079

Hanifa, H., & Suwardi. (2022). Nilai Erodibilitas Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan dan Tingkat Kemiringan Lahan di Sub Daerah Aliran Sungai Tulis, Banjarnegara, Jawa Tengah. Jurnal Illmiah Pertanian, 18(2). https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2449

Harjadi, B., & Agtriariny, S. (2012). Erodibilitas lahan dan toleransi erosi pada berbagai variasi tekstur tanah. Buletin Pengelolaan DAS No. III, 2, 19–28.

Hartono, R. (2016). Identifikasi Bentuk Erosi Tanah Melalui Interpretasi Citra Google Earth Di Wilayah Sumber Brantas Kota Batu. Jurnal Pendidikan Geografi, 21(1), 30–42. https://doi.org/10.17977/um017v21i12016p030

Kironoto, B. A., & Yulistiyanto, B. (2000). Diktat Kuliah Hidraulika Transpor Sedimen. PSS-Teknik Sipil.

Kurnia, U., Rachman, A., & Dariah, A. (2004). Teknologi Konservasi Tanah Pada Lahan Kering Berlereng. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat (Puslitbangtanak).

Lanyala, A. A., Hasanah, U., & Ramlan. (2016). Prediksi Laju Erosi Pada Penggunaan Lahan Berbeda di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kawatuna Provinsi Sulawesi Tengah. Agrotekbis, 4(6), 633–641. http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/69

Mardiatno, D., & Marfai, M. A. (2021). Analisis bencana untuk pengelolaan daerah aliran sungai (das): studi kasus kawasan hulu das Coma. Gadjah Mada University Press.

Maryono, A. (2020). Menangani banjir; kekeringan dan lingkungan. Gadjah Mada University Press.

Muhaimin, M., Jumriani, J., Arisanty, D., Puji, K., & Angriani, P. (2022). Landscape metrics analysis in the proboscis monkey habitat in Kuala Lupak Wildlife Reserve. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 12(2), 301–316. https://doi.org/10.29244/jpsl.12.2.301-316

Muhaimin, M., Saputra, A. N., Angriani, P., Adyatma, S., & Arisanty, D. (2021). Mapping of Shifting Cultivation (Gilir Balik) Patterns in Dayak Meratus Tribe. Proceedings of the 2nd International Conference on Social Sciences Education (ICSSE 2020), 525(Icsse 2020), 475–482. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210222.080

Nugroho, A. (2020). Indonesia Hadapi 14 Juta Hektare Lahan Kritis (pp. 14–16). Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/20119-indonesia-hadapi-14-juta-hektare-lahan-kritis

Nura’ban, M. (2018). Pengendalian Erosi Tanah Sebagai Upaya Melestarikan Kemampuan Fungsi Lingkungan. Geomedia: Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian, 4(2), 93–116. https://doi.org/10.21831/gm.v4i2.19009

Osok, R. M., Talakua, S. M., & Gaspersz, E. J. (2018). Analisis Faktor-Faktor Erosi Tanah, Dan Tingkat Bahaya Erosi Dengan Metode Rusle Di DAS Wai Batu Merah Kota Ambon Provinsi Maluku. Jurnal Budidaya Pertanian, 14(2), 89–96. https://doi.org/10.30598/jbdp.2018.14.2.89

Pamungkas, D. (2020). Pemetaan Tingkat Bahaya Erosi dengan Metode RUSLE do SUB DAS Garang Hulu [Universitas Negeri Semarang]. http://lib.unnes.ac.id/41501/1/3212316014.pdf

Pandani, N., Saputra, A. N., & Arisanty, D. (2022). Pemetaan Tingkat Kerentanan Longsor Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Pendidikan Geografi, 9(2), 25–37. https://doi.org/10.20527/jpg.v9i2.12749

Pandiangan, C. Z. (2019). Keterkaitan Bencana Longsor Dan Erosi Tanah Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Pulau Batam, Kepulauan Riau). Institut Teknologi Nasional Malang.

Polawan, S. S. M., & Alam, F. (2019). Memahami Bencana Banjir dan Longsor (Edisi 1). RV Pustaka Horizon.

Safitri, J., Arisanty, D., Adyatma, S., & Hastuti, K. P. (2021). Estimasi Tingkat Bahaya Erosi dengan Menggunakan Metode USLE Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Amandit. Indonesian Journal of Earth Sciences, 1(1), 17–27. https://doi.org/10.52562/injoes.v1i1.20

Simanjuntak, H., Hendrayanto, & Puspaningsih, N. (2017). Modifikasi Metode Perhitungan Faktor Topografi Menggunakan Digital Elevation Model (DEM ) dalam Menduga Erosi. Media Konservasi, 22(3), 242–251.

Sinukaban, N., Sudarmo, & Murtilaksono., K. (1989). Laporan Penelitian Pengaruh Penggunaan Mulsa dan Pengolahan Tanah Terhadap Aliran Permukaan, Erosi dan Selektivitas Erosi pada Latosol Kemerahan Dermaga. Fakultas Pertanian IPB.

Sitepu, F., Selintung, M., & Harianto, T. (2017). Pengaruh Intensitas Curah Hujan dan Kemiringan Lereng Terhadap Erosi Yang Berpotensi Longsor. Jurnal Penelitian Enjiniring, 21(1), 23–27. https://doi.org/10.25042/jpe.052017.03

Suripin, S. (2004). Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Andi Offset.

Syahputra, M. H., Alibasyah, M. R., & Syakur, S. (2018). Prediksi Tingkat Bahaya Erosi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(2), 381–390. https://doi.org/10.17969/jimfp.v3i2.7467

Tjandra, K. (2017). Empat Bencana Geologi yang Paling Mematikan (Edisi 1). Gadjah Mada University Press.

Wahyunto, & Dariah, A. (2014). Degradasi Lahan di Indonesia: Kondisi Existing, Karakteristik, dan Penyeragaman Definisi Mendukung Gerakan Menuju Satu Peta. Jurnal Sumberdaya Lahan, 8(2), 81–93. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v8n2.2014.%25p

Widyantara, I. G. A. L., Merit, I. N., & Adnyana, I. W. S. (2015). Arahan Penggunaan Lahan Dan Perencanaan Konservasi Tanah Dan Air Di Das Yeh Empas, Tabanan, Bali. Ecotrophic, 9(1), 54–62. https://doi.org/10.24843/EJES.2015.v09.i01.p07

Zaied, M. Ben, Jomaa, S., & Ouessar, M. (2021). Soil erosion estimates in arid region: A case study of the koutine catchment, southeastern Tunisia. Applied Sciences (Switzerland), 11(15). https://doi.org/10.3390/app11156763

Downloads

Published

2023-01-21

How to Cite

Renaldi, A. ., Arisanty, D., Muhaimin, M., Rahman, A. M., & Saputra, A. N. (2023). Erosion Hazard Levels in Padang Batung Sub-district, Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan Province, Indonesia. Indonesian Journal of Earth Sciences, 3(1), 461. https://doi.org/10.52562/injoes.2023.461